Jam tangan Rolex 1910

Oyster Perpetual

Perwujudan dari sebuah visi

Sebagai perwujudan sejati dari visi Hans Wilsdorf, Oyster Perpetual memadukan tradisi dan inovasi. Dengan sejarahnya yang kaya, penyempurnaan teknis yang konsisten, dan kemurnian desainnya, ia telah membantu membentuk wajah jam tangan modern.

2026
Jam tangan Rolex 1910

Presisi di pergelangan tangan

Sebuah jam tangan Rolex memperoleh sertifikat kronometer dari 'Official Watch Rating Centre' di Bienne, Swiss, yang membuktikan bahwa tingkat presisinya setara dengan jam saku. Pada tahun 1914, sebuah jam tangan Rolex lainnya menerima sertifikat 'Kelas A' yang bergengsi dari Observatorium Kew, sebuah penghargaan yang biasanya hanya diberikan untuk kronometer marinir. Untuk pertama kalinya, sebuah jam tangan menyamai instrumen penunjuk waktu yang paling presisi di era tersebut.

Jam tangan Rolex

1910

1926 achievements

Tonggak sejarah pendirian

Rolex meluncurkan cangkang Oyster, sebuah pencapaian besar dalam sejarah pembuatan jam tangan. Membentuk cangkang yang kedap udara, ia melindungi mesin jam dari air, debu, dan kelembapan.

1926

Mercedes Gleitze

Prestasi orisinal

Pendiri Rolex memberikan jam tangan Oyster kepada Mercedes Gleitze untuk dikenakannya saat berenang menyeberangi Selat Inggris. Perenang Inggris itu kemudian menyurati Hans Wilsdorf, dengan mengatakan:

Alasan saya memakai jam tangan Rolex Oyster ketika berenang adalah karena itu satu-satunya jam tangan yang saya tahu benar-benar kedap air dan juga tahan terhadap kerusakan dari pasir atau garam di udara.

Mercedes Gleitze
Iklan Rolex Oyster

1927

Self-winding watch

Rotor Perpetual

Rolex mematenkan rotor Perpetual, sebuah sistem yang memungkinkan mesin mekanis untuk mengisi daya sendiri dengan pemuntiran otomatis menggunakan gerakan alami pergelangan tangan. Kombinasi antara cangkang Oyster dan rotor Perpetual melahirkan konsep Oyster Perpetual. Terukir pada dial jam, ia melambangkan ketahanan air sekaligus otonomi jam tangan tersebut.

1931

Energi yang dioptimalkan

Rolex menyempurnakan rotor Perpetual – sistem pemuntir otomatis dengan rotor bebasnya – dengan pengenalan roda pembalik (reversing wheels), yang dipatenkan pada tahun 1952. Berkat kedua roda yang saling terhubung ini, energi disalurkan ke pegas utama terlepas dari arah putaran bandul osilasi, guna memastikan pemuntiran yang berkelanjutan dan andal.

1952

Di puncak dunia

Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa menjadi orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Pada ketinggian lebih dari 8.800 meter, di tengah cuaca dingin serta menghadapi kekurangan oksigen dan guncangan suhu, baik para penjelajah maupun instrumen yang mereka bawa benar-benar diuji. Di antara perlengkapan Ekspedisi Everest Inggris tersebut, terdapat jam tangan Oyster Perpetual.

Everest expedition

Jam tangan Rolex Oyster bekerja dengan luar biasa, dan kami sungguh melihat Rolex Oyster sebagai bagian penting dari perlengkapan pendakian tinggi.

Sir John Hunt, pemimpin Ekspedisi Everest Inggris

1953

Menaklukkan bentangan luas

Sir Francis Chichester mewujudkan semangat keberanian dan pencapaian yang menjadi ciri khas para navigator terbesar di abad ke-20. Antara tahun 1966 dan 1967, ia mencapai sebuah prestasi besar: pelayaran solo mengelilingi dunia dari barat ke timur, dengan hanya satu kali pemberhentian. Di atas kapal layarnya, Chichester hanya membawa perlengkapan yang paling esensial: peta laut, sekstan, dan sebuah kronometer Oyster Perpetual.

Selama perjalanan saya mengelilingi dunia dengan Gipsy Moth IV, jam tangan Rolex saya terbentur lepas dari pergelangan tangan beberapa kali tanpa kerusakan. Saya tidak bisa membayangkan jam tangan yang lebih kuat dari ini.

Sir Francis Chichester

1966

Baja 904L

Paduan logam ikonik

Rolex menjadi merek pembuat arloji pertama yang menggunakan bongkah baja 904L padat untuk beberapa cangkang jam tangannya. Terkenal karena ketahanannya terhadap korosi, paduan logam yang tangguh ini meningkatkan kekokohan dan daya tahan jam tangan tersebut. Ia kemudian mengukuhkan dirinya sebagai paduan logam lambang dari jajaran Oyster Perpetual.

1985

Jajaran Oyster Perpetual

Kelahiran sebuah jajaran

Sebuah jajaran ‘Oyster Perpetual' memulai debutnya dalam katalog Rolex. Presisi, kedap air, dan pemuntir otomatis, jam tangan Oyster Perpetual membawa warisan dari Oyster asli dan melambangkan esensi dari keahlian teknis Rolex.

2014

Pop colours

2020

Jajaran Oyster Perpetual 2026

Seratus tahun Oyster

Sebuah edisi khusus Oyster Perpetual dalam varian yellow Rolesor yang tersedia dalam ukuran 36 mm dan 41 mm, diperkenalkan untuk merayakan hari jadi ke-100 dari Oyster. Beberapa detail secara khusus membangkitkan nuansa seratus tahun tersebut: angka 100 pada kenop pemutar dan, pada bagian dial, tulisan ‘100 years’ menggantikan tulisan ‘Swiss Made’ di posisi jam 6. Pada dial jam slate, nama ‘Rolex’ dan kotak-kotak kecil hasil jenis cetakan pad-printed pada penunjuk menit tampil dalam warna hijau, warna ikonik dari Rolex.

2026 new model

2026