Memperbarui browser diperlukan

Selamat datang di rolex.com. Untuk melayani Anda dengan pengalaman sebaik mungkin, rolex.com memerlukan browser yang terkini. Tolong gunakan browser yang lebih baru untuk menjelajahi situs kami.

Ikuti Rolex di WeChat dengan memindai kode QR.
Rolex Mentor and Protégé Arts Initiative - The programme

Rolex Mentor and Protégé Arts Initiative

Rolex Mentor and Protégé Arts Initiative mempertemukan para ahli dari berbagai macam bidang seni bersama dengan para seniman muda yang sangat menjanjikan untuk kolaborasi kreatif selama satu periode dalam hubungan pembimbingan satu-satu. Sejak peluncurannya pada tahun 2002, program filantropi ini telah berkembang menjadi dialog penambah ilmu di antara seniman dari berbagai generasi, budaya, dan bidang, memenuhi tujuannya untuk memberikan kontribusi yang signifikan pada budaya dunia.

Pembimbing & Anak Didik Rolex
Prakarsa Seni Rolex

PEMBIMBINGAN DALAM SETAHUN MENJELAJAHI KISAH-KISAH MENTORS AND PROTEGES 2017

Sir David Chipperfield dan Simon Kretz

Mentor & Protégé, Arsitektur

Seorang arsitek muda asal Swiss, Simon Kretz, telah memiliki sebuah portofolio yang mengagumkan untuk reputasinya. "Tapi hanya seorang pembimbing yang berpengalaman seperti Sir David Chipperfield yang dapat membawa saya ke tingkat lanjut dari pemikiran rancangan," ujarnya.

Sir David Chipperfield and Simon Kretz, Rolex Mentor and Protégé in Architecture, 2016-2017

Joan Jonas dan Thao‑Nguyen Phan

Mentor & Protégée, Seni Visual

Joan Jonas, seorang perintis dalam seni video dan pertunjukan, dianggap sebagai "pembimbing yang ideal" oleh Thao-Nguyen Phan, dari Vietnam, dimana dia mendorong batasan-batasan dari seni kontemporer dengan memadukan lukisan, video, pertunjukan dan instalasi.

Joan Jonas and Thao Nguyen-Phan, Rolex Mentor and Protégée in Visual Arts, 2016-2017

Alfonso Cuarón dan Chaitanya Tamhane

Mentor & Protégé, Film

Telah membimbing sepanjang hidupnya, Alfonso Cuarón sangatlah antusias tentang tahun membimbingnya. Anak didiknya yang berasal dari India, Chaitanya Tamhane, dengan tampilan pertama yang memiliki banyak penghargaan tetapi tanpa pelatihan pembuatan film yang profesional, mengatakan: "Sosok seorang pembimbing adalah seseorang yang saya selalu dambakan."

 

Alfonso Cuarón and Chaitanya Tamhane, Rolex Mentor and Protégé in Film, 2016-2017

Mia Couto dan Julián Fuks

Mentor & Protégé, Sastra

Penulis, pengkritik, dan penerjemah asal Brazil, Julian Fuks, dan novelis kelahiran Mozambik yang terkenal, Mia Couto, disatukan oleh kecintaan mereka akan fiksi dan bahasa Portugis. Fuks mengantisipasi bahwa waktunya bersama dengan Couto akan menjadi sebuah "pengalaman yang transformatif".

 

Mia Couto and Julián Fuks, Rolex Mentor and Protégé in Literature, 2016-2017

Robert Lepage dan Matías Umpierrez

Mentor & Protégé, Teater

Matías Umpierrez (yang memiliki kewarganegaraan ganda Argentina/Spanyol) memiliki harapan besar dari kolaborasinya dengan pembimbing, Robert Lepage, yang pekerjaan interdisiplinernya sesuai dengan pandangan seninya sendiri, dan mencampur teknologi dengan kepekaan manusia.

 

Robert Lepage and Matías Umpierrez, Rolex Mentor and Protégé in Theatre, 2016-2017

Philip Glass dan Pauchi Sasaki

Mentor & Protégée, Musik

Philip Glass memilih Pauchi Sasaki, asal Peru, sebagai anak didiknya karena ia yakin bahwa Pauchi akan berkembang paling pesat selama tahun bimbingannya.  Ia membantunya menavigasi tidak hanya dalam seluk-beluk penyusunan, tetapi juga kepraktisan dalam hidup sebagai seorang musisi profesional.

Philip Glass and Pauchi Sasaki, Rolex Mentor and Protégée in Music, 2016-2017

Ohad Naharin dan Londiwe Khoza

Mentor & Protégée, Tari

Penari neoklasik dan kontemporer asal Afrika Selatan, Londiwe Khoza, ingin menjadi "salah satu seniman yang mengubah hidup orang". Pembimbingnya, Ohad Naharin, asal Israel, telah memengaruhi sebuah generasi dari penari dengan menciptakan Gaga, sebuah bahasa dari pergerakan.

Ohad Naharin and Londiwe Khoza, Rolex Mentor and Protégée in Dance, 2016-2017
Rolex Mentor and Protégé Arts Initiative