Memperbarui browser diperlukan

Selamat datang di rolex.com. Untuk melayani Anda dengan pengalaman sebaik mungkin, rolex.com memerlukan browser yang terkini. Tolong gunakan browser yang lebih baru untuk menjelajahi situs kami.

Ikuti Rolex di WeChat dengan memindai kode QR.
Gedung Rolex

ARSITEKTUR

ROLEX DAN

Inspirasi dan inovasi teknis

Hubungan alami

Komitment Rolex terhadap presisi, kinerja yang tinggi dan estetika menghubungkan perusahaan ke arsitektur tingkat dunia. Dalam pembuatan jam tangan, seperti dalam arsitektur, keunggulan dalam desain menghasilkan ekspresi dari bentuk dan fungsi yang sempurna.

Memupuk penggunaan ruang dan inovasi teknis terbaik telah memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan hubungan dengan arsitek-arsitek terkenal untuk bangunan-bangunan milik perusahaan itu sendiri di seluruh dunia. Mereka mencakup Fumihiko Maki, Kengo Kuma dan Michael Graves. Kazuyo Sejima dan Ryue Nishizawa, dari SANAA, merancang Rolex Learning Center untuk EPFL di Lausanne.

Gedung Rolex di Dallas

Pameran Arsitektur Internasional

Rolex dan arsitektur

Sebagai bagian dari komitmennya untuk membina penggunaan terbaik dari ruang dan inovasi teknis, Rolex mendukung Pameran Arsitektur Internasional La Biennale di Venezia sebagai Mitra dan Jam Tangan eksklusif untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2014. Pameran ini merupakan forum terdepan untuk kemajuan arsitektur di dunia dan perusahaan ini merayakan partisipasinya dengan paviliun baru pada tahun ini, sesuatu yang mengingatkan bingkai cincin beralur yang unik dari jam tangan Oyster Perpetual Day-Date. Pameran 2018 ini berlangsung dari 26 Mei hingga 25 November.

Pameran Arsitektur Internasional
Paviliun Rolex

Rolex Arts Initiative

Mentor and protégé

Rolex Mentor and Protégé Arts Initiative berinvestasi dalam masa depan dari arsitektur dengan membimbing arsitek-arsitek muda yang menjanjikan dalam hubungan satu-satu. Beberapa praktisi terhebat di dunia – Álvaro Siza, Kazuyo Sejima, Peter Zumthor dan Sir David Chipperfield – telah melayani dengan program tersebut sebagai pembimbing. Program filantropi ini membawa para seniman muda yang berbakat dari seluruh dunia bersama dengan para ahli dari bidang seni untuk kolaborasi kreatif selama satu periode. Program ini mencakup enam cabang lainnya: tari, film, sastra, musik, teater, dan seni visual.

Sketsa arsitektur
Sir David Chipperfield and anak didiknya Simon Kretz dari Swiss

Merancang berbagai kota yang menciptakan kesejahteraan

Rolex Arts Initiative

Pada tahun 2016–2017, Sir David Chipperfield dan anak didiknya dari Swiss, Simon Kretz, berkolaborasi selama satu tahun melalui Rolex Arts Initiative. Kemitraan sukses mereka menghasilkan sebuah buku: On Planning – A Thought Experiment. Diterbitkan dengan dukungan dari Rolex dan ETH Zurich, buku tersebut mengeksplorasi cara membuat kota yang mempromosikan kesejahteraan melalui pencakupan dan pemikiran yang inovatif.

Museum Nasional Sejarah dan Budaya Amerika Afrika

Mentor and protégée 2018–2019

Rolex Arts Initiative

Arsitek terkemuka asal Inggris, Sir David Adjaye merupakan seorang pembimbing Rolex dalam arsitektur untuk periode 2018–2019. Ia memilih Mariam Kamara dari Niger sebagai anak didiknya. Selama masa bimbingannya, mereka akan berkolaborasi dalam sebuah proyek untuk ruang publik di Niamey, ibukota Niger, yang akan menjadi sebuah pusat budaya atau sebuah institusi seni.

Cellini Moonphase

Rolex klasik

Koleksi Cellini merupakan sebuah perayaan kontemporer dari keklasikan dan keanggunan yang abadi dari jam tangan tradisional, memadukan pengetahuan Rolex yang terbaik dan standar-standar dari kesempurnaannya yang tinggi dengan sebuah pendekatan yang menjunjung tinggi warisan dari pembuatan jam tangan dalam bentuk yang paling abadi.